Saturday, September 27, 2008

Sercel 428XL

428XL adalah generasi terbaru instrument perekaman data seismik keluaran Sercel, sebuah perusahaan asal Perancis yang memproduksi instrumen perekaman data seismik. 428XL adalah penyempurnaan dari generasi sebelumnya yaitu 408UL.

428XL memiliki konsumsi daya yang lebih kecil sehingga memiliki waktu operasi yang lebih lama dari 408UL. Pada 428XL juga tetap tersedia pilihan sensor dengan satu-komponen (1C) dan tiga-komponen (3C). Pada 428XL juga dilakukan beberapa perkembangan salah satunya adalah digunakannya arsitektur client/server sehingga sangat memungkinkan untuk mengoperasikannya dari lokasi yang jauh sekalipun.

Kabel 428XL lebih kecil dan lebih ringan sehingga memberikan efisiensi di lapangan. Waktu perekaman data juga dapat dipersingkat karena kabel 428XL dapat mengirim data pada kecepatan 16Mbps. Namun ketika digabungkan dengan 408UL, 428XL juga dapat diatur pada kecepatan 8Mbps. Pengaturan ini sangat membantu karena field instrument 408UL hanya dapat beroperasi pada kecepatan 8 Mbps. Sedangkan kabel transverse 428XL bekerja berdasarkan Ethernet protocol dengan kecepatan 100Mbps, hal ini memungkinkan untuk melakukan akuisisi data sebanyak 10.000 active channels dengan real-time, sampling rate 2 ms, hanya dengan menggunakan satu Crossing Unit (LAUX) pada setiap lintasan.

Kemampuan maksimum dari 428XL adalah 100.000 active channels, sampling rate 2 ms, dengan menggunakan 10 Line Control Interface (LCI). Masing-masing LCI untuk 10.000 active channels.

Features and Benefits:
1. Robust 400 Series design
2. More channels for the highest-possible resolution data
3. Greater electrical efficiency - longer battery life and less downtime
4. More layout capabilities to avoid obstacles in the field
5. A wider range of compatible software and hardware platforms.
6. The best ownership value in the industry
7. Significant weight savings
8. Scalable architecture
9. User-friendly and powerful software
10. Advanced QC & Maintenance tools

Spesifikasi 428XL
Wednesday, July 16, 2008

Post-processing

Proses yang dilakukan pada tahap post-processing meliputi:

1. Koreksi Residual Statik
Dalam flow ini akan dilakukan koreksi statik sisa, yang disebut residual statics correction. Input dari flow ini pada dasarnya adalah koreksi statik ketinggian dari source dan receiver yang telah dihasilkan sebelumnya dari subflow apply elevation statics di dalam flow refraction statics. Sebelum masuk ke residual statics, flow pengolahan data seismik masuk dulu ke trace display, agar dapat dilakukan static horizon picking yang nantinya akan digunakan sebagai time gate pada pengaplikasian koreksi statik sisa tersebut.
Static horizon picking dilakukan dengan membuat picks untuk satu ensemble traces pada suatu time, dimana pada time tersebut diperkirakan akan terdapat event seismik yang utama/dominan.

Setelah dilakukan picking autostatic horizon, kemudian hasil dari koreksi residual static ini diaplikasikan kembali ke data preprocessing untuk di hitung ulang nilai kecepatannya melalui analisa kecepatan tahap 2. Sehingga, setelah melalui tahapan proses ini diharapkan data-data yang dihasilkan benar-benar sudah terkoreksi secara benar dan menghasilkan penampang seismik yang benar-benar merepresentasikan keadaan bawah permukaan bumi dengan tepat. Adapun tampilan dari hasil residual static serta analisa kecepatan ke-2 ini dapat ditampilkan / di-display ke dalam display Final Stack.

2. Migrasi
Untuk mengkoreksi letak titik refleksi pada posisi sebenarnya maka digunakanlah metode migrasi. Dalam flow ini akan dilakukan serangkaian tahap untuk mengaplikasikan proses migrasi pada data, sehingga akan dihasilkan dataset terakhir dari pengolahan data seismik ini berupa data yang telah dimigrasi (migrated data). Algoritma migrasi yang akan diaplikasikan dapat dipilih sendiri oleh user, disesuaikan dengan kebutuhan dan treatment dari data yang bersangkutan. Dalam panduan ini, metode yang akan digunakan untuk migrasi adalah dengan menerapkan postack time migration menggunakan finite difference time migration dengan max dip 70 derajat. Pemilihan ini didasarkan pada hasil pemilihan atau try & error pemilihan parameter.
Sampai dengan tahap ini telah selesai dilakukan serangkaian tahap dalam melakukan pengolahan data seismik postack time migration untuk tahap dasar, yaitu dari pembacaan raw data seismik sampai dengan dihasilkannya data postack yang telah di migrasi.
Pada penampang postack hasil migrasi tersebut diatas, sangat terlihat adanya efek smile atau swing. Efek tersebut dapat disebabkan oleh adanya noise dominan yang belum dibersihkan secara optimal pada saat proses trace editing. Adanya hal tersebut sekaligus untuk menunjukkan kepada pembaca bahwa kurang optimalnya (atau bahkan kesalahan) dalam pengolahan data seismik di suatu tahap (atau flow) akan sangat mempengaruhi hasil pengolahan dari tahap lainnya, hingga pada akhirnya kesalahan-kesalahan itu akan terakumulasi pada hasil akhir pengolahan data seismik, yang dalam konteks ini adalah penampang postack hasil migrasi.
Sebagai tahapan akhir dari field processing, dilakukan suatu tahapan akhir berupa plotting, dimana plotting ini dilakukan sebagai alat untuk menampilkan hasil akhir data berupa penampang seismik dalam bentuk wiggle lengkap dengan attribut-atribut keterangan yang menyertainya.